
Rapor Hijau KEN 2025: 99 Event Berhasil Terlaksana!
Rapor Hijau KEN 2025: 99 Event Berhasil Terlaksana Dengan Berbagai Pertunjukkan Seni Dari Berbagai Daerah Di Indonesia. Program Karisma Event Nusantara atau KEN 2025 kembali mencatatkan capaian positif bagi sektor pariwisata nasional. Dari total 110 event yang masuk dalam kurasi resmi Kementerian Pariwisata. Kemudian ada sebanyak 99 event berhasil di gelar sepanjang tahun 2025. Capaian ini menegaskan konsistensi KEN 2025 sebagai salah satu motor penggerak utama promosi destinasi. Dan juga ekonomi kreatif di berbagai daerah Indonesia. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI. Ia menegaskan bahwa sejak awal pemerintah pusat sebenarnya siap mendukung seluruh event yang lolos kurasi. Namun, dinamika di daerah membuat tidak semua agenda dapat terealisasi. Meski begitu, realisasi 99 event di nilai sebagai hasil yang sangat baik di tengah berbagai tantangan.
Sebaran Event Karisma Event Nusantara 25 Dari Sabang Hingga Merauke
Salah satu fakta menarik dari pelaksanaannya adalah pemerataan lokasi event yang mencakup hampir seluruh wilayah Nusantara. Dan dari 99 event yang terlaksana, Pulau Jawa masih menjadi penyumbang terbesar dengan total 32 event. Kemudian di susul wilayah Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 15 event. Serta Sumatra dengan 22 event. Sementara itu, Kalimantan menyumbang 8 event, Sulawesi 16 event. Dan Maluku serta Papua masing-masing 6 event. Angka ini menunjukkan bahwa ajang ini tidak hanya berfokus pada destinasi utama. Akan tetapi juga memberi ruang bagi daerah-daerah. Tentunya untuk menampilkan kekayaan budaya, alam, dan kreativitas lokalnya. Pemerataan ini sejalan dengan tujuannya, yakni mendorong pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Serta sekaligus memperkuat identitas daerah melalui event-event unggulan yang memiliki daya tarik nasional maupun internasional.
Deretan Event Yang Batal Di Gelar Dan Alasannya
Meski mencatat rapor hijau, ajang ini juga di warnai pembatalan 11 event. Beberapa di antaranya adalah Festival Pesona Danau Limboto, Festival Rakik-Rakik. Kemudian juga dengan Festival Pesona Mentawai, Payakumbuah Botuang Festival, Festival Bekudo Bono. Dan Festival Tanjung Waka, serta Samosir Music International 2025. Menurut Widiyanti, pembatalan sebagian event tersebut di sebabkan oleh efisiensi anggaran. Sehingga pemerintah daerah tidak mampu melanjutkan penyelenggaraan. Selain itu, Wayang Jogja Night Carnival di batalkan mengikuti anjuran dari Kementerian Dalam Negeri. Faktor lain yang turut memengaruhi adalah kondisi keamanan dan bencana alam. Festival Pattimura dan Festival Asmat Pokman di batalkan. Karena pertimbangan keamanan. Sementara Festival Minangkabau terpaksa di hentikan akibat bencana banjir di wilayah Sumatra. Keputusan pembatalan ini di ambil demi keselamatan dan kepentingan bersama.
Proses Kurasi Ketat Jadi Kunci Kualitas Event KEN
Fakta menarik lainnya, seluruh event yang masuk dalam programnya telah melalui proses kurasi yang ketat. Widiyanti menjelaskan bahwa usulan event datang dari berbagai pihak. Tentunya mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas lokal. Setiap event di nilai berdasarkan konsep. Kemudian dengan kesiapan penyelenggaraan, dampak ekonomi. Serta potensi promosi pariwisata. Dengan kurasi ini, ajang ini memastikan bahwa event yang di gelar benar-benar memiliki kualitas dan nilai jual. Tak hanya sekadar festival, tetapi juga mampu menggerakkan UMKM. Kemudian juga meningkatkan kunjungan wisatawan. Serta memperpanjang lama tinggal wisatawan di daerah. Pendekatan ini membuatnya tidak hanya menjadi kalender acara. Namun juga strategi pembangunan pariwisata yang terukur dan berdampak nyata bagi daerah.
Dampak Positifnya Bagi Pariwisata Nasional
Keberhasilan menggelar 99 event sepanjang 2025 memberikan dampak signifikan bagi pariwisata Indonesia. Event-event KEN terbukti menjadi magnet kunjungan wisatawan. Serta yang sekaligus panggung bagi budaya lokal untuk tampil di level nasional bahkan internasional. Selain meningkatkan okupansi hotel dan pergerakan wisatawan. Dan ajang ini juga memberi efek domino bagi pelaku ekonomi kreatif, seniman. Tentunya hingga pelaku UMKM. Dengan capaian ini, ajang ini layak mendapat predikat rapor hijau. Serta sekaligus menjadi fondasi kuat untuk penyelenggaraan event pariwisata yang lebih matang dan adaptif di tahun-tahun berikutnya.
Jadi itu dia beberapa fakta menarik dari 99 event berhasil terlaksana dari rapor hijau KEN 2025.