Drama Proliga 2026: Langkah Jakarta Electric PLN Tersendat

Drama Proliga 2026: Langkah Jakarta Electric PLN Tersendat

Drama Proliga 2026: Langkah Jakarta Electric PLN Tersendat Usai Di Kalahkan Oleh Tim Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Langkah Jakarta Electric PLN menuju Final Four Proliga 2026 harus tertunda setelah takluk. Tentunya dari Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Dalam laga yang di gelar di GOR Candradimuka Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Jumat (21/2/2026). Dan tim asuhan Chamnan Dokmai menyerah tiga set langsung dengan skor 0-3 (19-25, 19-25, 18-25). Hasil ini tentu menjadi pukulan bagi tim BUMN tersebut.

Pasalnya, kemenangan di laga ini bisa membuka jalan lebih lapang menuju babak Final Four. Namun, kenyataan berkata lain. Sejak set pertama, permainan Jakarta Electric PLN terlihat kurang stabil dan kesulitan keluar dari tekanan lawan. Sejak awal pertandingan, Gresik tampil lebih agresif dan disiplin. Sementara itu, Electric PLN justru banyak melakukan kesalahan sendiri yang membuat mereka kehilangan momentum. Transisi dari bertahan ke menyerang pun tampak kurang mulus. Sehingga poin demi poin mudah di raih kubu lawan dalam Proliga 2026 ini.

Set Pertama Dan Kedua: Kesalahan Sendiri Jadi Bumerang

Pada Set Pertama Dan Kedua: Kesalahan Sendiri Jadi Bumerang. Namun, sejumlah error elementer seperti servis yang gagal melewati net serta receive yang kurang sempurna membuat ritme permainan terganggu. Akibatnya, mereka tertinggal dan harus menyerah 19-25. Memasuki set kedua, situasi belum berubah signifikan. Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia tampil lebih konsisten dalam menjaga pola serangan dan pertahanan. Di sisi lain, Electric PLN masih berkutat pada persoalan yang sama: kurang tenang saat poin-poin krusial. Pelatih Chamnan Dokmai mencoba melakukan perubahan dengan mengganti setter dari Afra Hazna Nurhaliza ke Khalisa Azilia Rahma. Pergantian ini di harapkan mampu memperbaiki distribusi bola dan variasi serangan. Namun, meski sempat memperlihatkan peningkatan koordinasi. Dan hasil akhir tetap belum berpihak. Skor 19-25 kembali menutup set kedua untuk keunggulan Gresik. Melihat jalannya pertandingan, jelas bahwa konsistensi menjadi pembeda utama. Gresik mampu memaksimalkan kesalahan lawan. Sedangkan Electric PLN belum mampu menjaga fokus sepanjang pertandingan.

Set Ketiga: Harapan Bangkit Yang Tak Terselamatkan

Set Ketiga: Harapan Bangkit Yang Tak Terselamatkan. Jakarta Electric PLN mencoba tampil lebih agresif sejak awal. Serangan quick dan kombinasi open spike beberapa kali menghasilkan poin penting. Namun demikian, tekanan mental akibat tertinggal dua set tampaknya memengaruhi stabilitas permainan. Skor sempat berjalan ketat di awal set. Akan tetapi, memasuki pertengahan permainan, Gresik kembali menunjukkan dominasinya. Blok rapat dan pertahanan solid membuat serangan Electric PLN kerap mentah sebelum menghasilkan angka. Di sisi lain, kesalahan komunikasi antarpemain masih terjadi. Bola-bola tanggung yang seharusnya bisa di amankan justru berubah menjadi poin lawan. Pada akhirnya, set ketiga pun di tutup dengan skor 18-25, memastikan kemenangan straight set bagi Gresik. Kekalahan ini sekaligus menjadi catatan penting bahwa perjalanan menuju Final ajang ini tidak akan mudah. Persaingan semakin ketat, dan setiap laga memiliki dampak besar terhadap klasemen.

Evaluasi Dan Peluang Bangkit Menuju Final Four

Meskipun langkah Jakarta Electric PLN tersendat, Evaluasi Dan Peluang Bangkit Menuju Final Four belum sepenuhnya tertutup. Namun, evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan. Salah satu fokus utama tentu mengurangi unforced error yang menjadi masalah krusial dalam laga kontra Gresik. Selain itu, koordinasi antara setter dan spiker perlu di asah lebih tajam. Pergantian komposisi memang menjadi opsi taktis, tetapi kekompakan tim tetap menjadi kunci Chamnan Dokmai kemungkinan besar akan menekankan perbaikan mental bertanding. Tentunya agar anak asuhnya lebih siap menghadapi tekanan di laga-laga krusial berikutnya. Secara keseluruhan, drama ajang ini kali ini menunjukkan bahwa konsistensi. Dan ketenangan menjadi faktor penentu di level kompetisi tertinggi. Bagi Jakarta Electric PLN, kekalahan ini bisa menjadi cambuk untuk bangkit. Jika mampu memperbaiki detail kecil yang selama ini menjadi celah, bukan tidak mungkin mereka tetap melaju. Kemudian membuktikan diri sebagai salah satu kandidat kuat di panggung Proliga 2026.