Gerald Vanenburg

Gerald Vanenburg Targetkan Timnas Indonesia Juara Piala AFF U23 2025

Gerald Vanenburg Targetkan Timnas Indonesia Juara Piala AFF U23 2025 Dan Ini Merupakan Ambisi Pelatih Baru Dalam Membangun Tim. Saat ini Gerald Vanenburg pelatih anyar Timnas Indonesia U-23, mulai menunjukkan ambisinya dengan menargetkan gelar juara Piala AFF U-23 2025 sebagai langkah awal yang penting dalam membangun skuad muda yang kompetitif. Mantan pemain timnas Belanda era 1980-an ini datang dengan pengalaman panjang sebagai pemain dan pelatih, dan langsung menegaskan bahwa dirinya tidak datang hanya untuk sekadar berpartisipasi.

Menurut Vanenburg, turnamen Piala AFF U-23 adalah kesempatan strategis untuk menguji kesiapan tim, membangun mental juara, dan menanamkan filosofi sepak bola modern kepada para pemain muda Indonesia. Ia percaya bahwa kemenangan di level regional bisa menjadi pondasi kuat untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di Asia Tenggara maupun level Asia.

Dalam sesi latihannya, Vanenburg mulai menerapkan pendekatan sepak bola menyerang dengan pressing tinggi dan pergerakan cepat, sesuatu yang menuntut fisik dan konsentrasi tinggi dari para pemain. Ia juga menekankan pentingnya disiplin taktik dan kolektivitas, bukan hanya mengandalkan kemampuan individu. Salah satu hal yang membuat pendekatan Vanenburg berbeda adalah fokusnya pada pengembangan karakter pemain. Ia tidak hanya menilai dari sisi teknis, tetapi juga bagaimana pemain bersikap di dalam dan luar lapangan. Ia ingin menciptakan generasi pemain muda Indonesia yang tidak hanya piawai bermain, tetapi juga punya jiwa kepemimpinan dan mental pemenang.

Dalam persiapannya menuju Piala AFF U-23 2025, Vanenburg juga bekerja sama erat dengan PSSI untuk mempercepat naturalisasi beberapa pemain keturunan yang bermain di luar negeri. Ia ingin menciptakan keseimbangan antara pemain lokal dan diaspora agar tim lebih kompetitif. Selain itu, ia memantau liga domestik untuk mencari talenta muda yang siap bersaing di level internasional.

Gerald Vanenburg Ingin Skuad Muda Garuda Mengangkat Trofi Piala AFF

Gerald Vanenburg Ingin Skuad Muda Garuda Mengangkat Trofi Piala AFF U-23 2025. Sebagai sosok berpengalaman yang pernah menjuarai Euro 1988 bersama timnas Belanda, Vanenburg datang dengan mental juara yang ingin ia tularkan kepada para pemain muda Indonesia. Ia menilai bahwa ajang Piala AFF U-23 bukan hanya turnamen biasa, tetapi kesempatan penting untuk membangun mental kompetitif, kedisiplinan taktik, dan semangat kolektif. Menurutnya, kemenangan di level regional adalah langkah awal yang sangat berarti menuju target yang lebih besar di masa depan, seperti Piala Asia U-23 atau bahkan Olimpiade. Ia melihat tim U-23 sebagai fondasi utama regenerasi tim senior, dan karena itu, keberhasilan di turnamen ini harus dijadikan prioritas.

Vanenburg mulai merancang pendekatan yang mengutamakan sepak bola modern: cepat, agresif, dan terorganisasi. Ia menekankan pentingnya pressing tinggi dan transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Bagi Vanenburg, kualitas individu pemain memang penting, tetapi kerja sama tim dan disiplin posisi adalah kunci untuk memenangkan pertandingan-pertandingan penting. Ia juga menaruh perhatian besar pada mentalitas pemain. Ia ingin para pemain tidak cepat puas, tidak mudah panik saat tertinggal, dan tetap bermain fokus hingga menit akhir. dengan kerja keras dalam latihan dan sikap profesional di luar lapangan, Indonesia bisa menantang tim-tim kuat di Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam.

Menyusun Persiapan Jangka Pendek

Dalam upaya membawa Timnas Indonesia U-23 menjuarai Piala AFF U-23 2025, Gerald Vanenburg telah Menyusun Persiapan Jangka Pendek yang terfokus dan sistematis. Salah satu langkah awal yang ia lakukan adalah merancang pemusatan latihan (TC) secara bertahap, dimulai dari pemanggilan pemain-pemain potensial hasil pantauan di Liga 1, Liga 2, serta pemain keturunan yang bermain di luar negeri. Vanenburg tidak ingin asal memilih pemain hanya berdasarkan nama besar, tetapi benar-benar menilai dari performa, karakter, dan kesesuaian dengan sistem permainan yang akan diterapkannya. Dalam pemusatan latihan tahap awal, ia memfokuskan pada peningkatan kondisi fisik dan pemahaman taktik dasar, seperti transisi cepat, penguasaan bola, serta koordinasi lini belakang.

Selain itu, ia juga menjadwalkan uji coba dengan klub-klub lokal dan tim dari luar negeri sebagai bagian dari adaptasi pemain terhadap intensitas pertandingan internasional. Vanenburg menekankan pentingnya latihan simulasi pertandingan agar pemain terbiasa mengambil keputusan dalam tekanan. Setiap uji coba akan di evaluasi secara detail, termasuk analisis video untuk memperbaiki kesalahan posisi, komunikasi, serta eksekusi strategi. Ia juga berencana melakukan pemusatan latihan di luar negeri jika memungkinkan. Untuk membiasakan pemain dengan atmosfer dan gaya bermain yang berbeda. Hal ini di anggap penting agar para pemain tidak kaget saat menghadapi tim. Seperti Thailand atau Vietnam yang terkenal cepat dan terorganisasi.

Dalam persiapan jangka pendek ini, Vanenburg juga menyiapkan tim pelatih pendukung. Yang terdiri dari analis taktik, pelatih fisik, dan psikolog olahraga. Tujuannya adalah membentuk pemain yang tidak hanya kuat secara fisik dan teknik, tetapi juga siap secara mental. Ia ingin setiap pemain punya pemahaman taktik yang sama, komitmen tinggi terhadap tim, dan ketenangan dalam menghadapi laga penting. Dengan pendekatan yang menyeluruh sejak awal, pemusatan latihan ini di rancang untuk menciptakan kesatuan. Dan kekompakan tim sebelum memasuki fase grup Piala AFF U-23 2025.

Menekankan Pembentukan Karakter

Filosofi kepelatihan Gerald Vanenburg dalam menangani Timnas Indonesia U-23 sangat Menekankan Pembentukan Karakter, disiplin, dan mental juara sejak dini. Sebagai mantan pemain timnas Belanda yang pernah meraih gelar juara Eropa. Vanenburg memahami bahwa teknik dan taktik hanyalah satu sisi dari kemenangan, sementara sisi lainnya terletak pada mentalitas dan sikap pemain. Ia percaya bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya di tentukan oleh seberapa hebat individu. Di atas lapangan, tetapi bagaimana mereka bekerja sebagai unit yang terorganisasi, tidak menyerah, dan selalu lapar akan kemenangan. Oleh karena itu, Vanenburg membangun filosofi bermain yang berakar pada sepak bola menyerang yang cerdas. Dengan fokus pada penguasaan bola, pergerakan tanpa bola, dan tekanan kolektif saat kehilangan bola.

Dalam sesi latihan, Vanenburg sering menekankan pentingnya konsentrasi penuh selama 90 menit pertandingan. Dan menjaga intensitas permainan dari awal hingga akhir. Ia ingin para pemain muda Indonesia tidak hanya bermain bagus saat unggul. Tetapi juga bisa tetap tenang dan fokus saat tertinggal. Ia mendorong pemain untuk selalu berpikir dua langkah ke depan dan membaca situasi permainan dengan cerdas. Lebih dari itu, ia sering berdialog langsung dengan para pemain, memberikan motivasi. Dan mengingatkan mereka bahwa mengenakan seragam timnas adalah sebuah kehormatan dan tanggung jawab besar. Ia menanamkan kebanggaan, bukan sekadar rasa senang, saat pemain terpilih membela negara.

Selain pendekatan taktik, Vanenburg juga menghadirkan psikolog olahraga dalam tim pelatihannya. Tujuannya agar pemain terbiasa menghadapi tekanan, tidak mudah goyah oleh ekspektasi, dan mampu menjaga performa di bawah tekanan tinggi. Ia ingin membentuk pemain muda yang bukan hanya unggul di level U-23 bagi Gerald Vanenburg.