Kemenpar

Kemenpar Latih Pengelola Homestay Untuk Sambut Event Pacu Jalur

Kemenpar Latih Pengelola Homestay Untuk Sambut Event Pacu Jalur Dan Ini Di Lakukan Sebagai Langkah Peningkatan Mutu Layanan Wisata. Saat ini Kemenpar mengambil langkah strategis dengan melatih para pengelola homestay di Kabupaten Kuantan Singingi menjelang perhelatan Festival Pacu Jalur 2025. Pelatihan ini merupakan bentuk kesiapan pemerintah dalam memastikan bahwa sektor akomodasi, terutama yang berbasis masyarakat, mampu memberikan pelayanan terbaik kepada para wisatawan yang akan datang menyaksikan event budaya tersebut. Sebagai bagian dari kalender pariwisata nasional, Pacu Jalur diperkirakan akan menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah, bahkan mancanegara. Untuk itu, homestay sebagai tempat tinggal alternatif selain hotel harus siap secara fasilitas, pelayanan, dan manajemen.

Pelatihan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mengelola homestay, agar mampu menyambut tamu dengan standar pelayanan prima. Materi yang diberikan meliputi pengelolaan usaha homestay, tata ruang, kebersihan, penataan kamar tidur dan kamar mandi, keamanan lingkungan, hingga penerapan prinsip CHSE (cleanliness, health, safety, and environment sustainability). Peserta juga diajarkan bagaimana menyajikan makanan lokal dengan cara yang higienis dan menarik, sekaligus menonjolkan kekhasan budaya daerah. Selain itu, aspek keramahan dan komunikasi juga ditekankan, karena peran tuan rumah sangat penting dalam membangun pengalaman positif bagi wisatawan.

Kemenpar tidak hanya memberikan teori, tetapi juga menyelenggarakan praktik langsung agar peserta bisa memahami dan menerapkan standar pelayanan secara konkret. Pendekatan ini memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam membangun kualitas layanan wisata berbasis komunitas. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk membentuk masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam industri pariwisata. Dengan demikian, keuntungan ekonomi tidak hanya di rasakan oleh penyelenggara event, tetapi juga menyebar langsung ke warga sekitar melalui usaha homestay.

Upaya Peningkatan Mutu Layanan Wisata

Pelatihan pengelola homestay yang di lakukan oleh Kementerian Pariwisata menjadi langkah konkret dalam Upaya Peningkatan Mutu Layanan Wisata berbasis masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengelolaan homestay, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir para pelaku usaha lokal untuk menerapkan standar pelayanan yang lebih profesional. Selama ini, banyak homestay yang di kelola secara tradisional tanpa memahami pentingnya kebersihan, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan. Melalui pelatihan ini, pengelola di dorong untuk memperbaiki kualitas layanan, mulai dari penataan ruang tidur dan kamar mandi, penyajian makanan yang higienis, hingga penerapan sikap ramah dan sopan kepada tamu.

Langkah ini sejalan dengan prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan, di mana masyarakat lokal menjadi bagian aktif dalam ekosistem wisata. Dengan homestay yang di kelola baik, wisatawan akan memiliki pengalaman tinggal yang lebih autentik dan berkesan, karena berinteraksi langsung dengan budaya serta kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Di sisi lain, pengelola homestay juga memiliki peluang ekonomi yang lebih besar karena layanan yang baik akan meningkatkan jumlah kunjungan dan lama tinggal wisatawan. Mutu layanan yang baik tidak hanya berdampak pada reputasi homestay itu sendiri, tetapi juga menciptakan citra positif bagi daerah secara keseluruhan sebagai destinasi wisata yang ramah dan profesional.

Peningkatan mutu layanan juga menyasar aspek keberlanjutan melalui pelatihan CHSE (cleanliness, health, safety, and environment). Dengan mengedepankan standar ini, homestay tidak hanya bersih dan nyaman, tetapi juga aman dan ramah lingkungan. Ini menjadi penting terutama pascapandemi, di mana wisatawan semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan kebersihan. Pelatihan ini juga menanamkan nilai tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada para pengelola, sehingga homestay dapat tumbuh menjadi bagian dari jaringan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Kemenpar Memperkuat SDM Homestay Lokal

Kemenpar Memperkuat SDM Homestay Lokal sebagai bagian dari strategi menyambut event budaya tahunan Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Langkah ini di lakukan karena keberhasilan sebuah event tidak hanya di ukur dari kemeriahan acaranya, tetapi juga dari kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk layanan akomodasi. Homestay menjadi salah satu pilihan favorit wisatawan, terutama yang ingin merasakan suasana lokal secara langsung. Namun, agar pengalaman tersebut benar-benar berkesan, di perlukan kualitas layanan yang baik. Oleh sebab itu, Kemenpar hadir dengan memberikan pelatihan intensif kepada para pengelola homestay agar mampu memberikan pelayanan yang profesional, bersih, aman, dan nyaman.

Pelatihan ini mencakup berbagai materi penting, seperti tata kelola usaha homestay, standar pelayanan tamu, kebersihan. Dan kenyamanan kamar, penyajian makanan lokal yang higienis, serta pemahaman terhadap prinsip CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment). Selain itu, peserta juga di bekali dengan keterampilan komunikasi dan etika dalam melayani tamu. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya membekali mereka secara teknis. Tetapi juga secara mental dan sikap dalam menghadapi wisatawan dari berbagai latar belakang.

Pendekatan ini penting agar pengelola homestay tidak hanya siap menyambut lonjakan wisatawan selama event berlangsung. Tetapi juga mampu mengelola usaha mereka secara berkelanjutan di luar periode acara. Kemenpar juga melibatkan institusi pendidikan dan pemerintah daerah. Dalam pelatihan ini untuk memastikan materi yang di berikan sesuai dengan kebutuhan lokal. Hasil dari pelatihan ini di harapkan tidak hanya meningkatkan mutu layanan. Tetapi juga mendorong pengelola homestay untuk lebih percaya diri bersaing di dunia pariwisata.

Menunjukkan Komitmen Kuat Terhadap Pengembangan Pariwisata

Kementerian Pariwisata Menunjukkan Komitmen Kuat Terhadap Pengembangan Pariwisata berkelanjutan dengan memperkuat kapasitas SDM homestay lokal menjelang pelaksanaan Festival Pacu Jalur di Kuantan Singingi. Upaya ini bukan hanya bagian dari persiapan menyambut event besar, tetapi juga strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Homestay sebagai bentuk akomodasi rakyat memiliki peran penting dalam menyebarkan manfaat ekonomi langsung kepada warga sekitar. Melalui pelatihan ini, Kemenpar tidak sekadar melatih keterampilan teknis. Tetapi juga menanamkan nilai-nilai tanggung jawab sosial, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Komitmen terhadap keberlanjutan terlihat dari integrasi prinsip CHSE (cleanliness, health, safety, and environment) dalam materi pelatihan. Para pengelola homestay di ajarkan bagaimana menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka. Menerapkan protokol kesehatan, menjaga keamanan tamu, dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Pendekatan ini penting agar homestay tidak hanya nyaman dan aman bagi wisatawan. Tetapi juga ramah terhadap masyarakat lokal dan alam sekitarnya. Selain itu, pengelola di ajak untuk tetap mempertahankan kearifan lokal. Dalam pelayanan, dekorasi, maupun makanan yang di sajikan, agar pengalaman wisatawan tetap otentik dan memperkuat identitas budaya daerah.

Kemenpar juga mendorong agar pelatihan ini menjadi titik awal pembentukan komunitas pengelola homestay yang saling terhubung dan berkembang bersama. Dengan sistem yang solid dan berdaya tahan, sektor homestay akan menjadi tulang punggung pariwisata daerah, tidak hanya saat event berlangsung. Ini adalah bentuk investasi jangka panjang dalam membangun pariwisata yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Komitmen ini memperlihatkan bahwa pariwisata bukan sekadar industri hiburan. Tetapi juga alat pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan jika di kelola dengan benar.  Inilah bentuk komitmen yang di terapkan Kemenpar.