
Musim Hujan, Rambut Singa Datang: Kenapa Gampang Kusut?
Musim Hujan, Rambut Singa Datang: Kenapa Gampang Kusut Dan Seringkali Menurunkan Kepercayaan Diri Terutama Wanita. Musim Hujan sering membawa cerita klasik bagi banyak orang. Terutama dengan rambut tiba-tiba yang mengembang, kusut, dan sulit di atur. Tak sedikit yang menyebut kondisi ini sebagai “rambut singa”. Karena tampilan rambut yang mekar ke segala arah. Fenomena ini bukan sekadar masalah estetika. Namun melainkan berkaitan erat dengan kondisi lingkungan dan kesehatan rambut itu sendiri. Lalu, apa sebenarnya yang membuat rambut begitu mudah kusut saat musim hujan?
Kelembaban Udara Jadi Musuh Utama Rambut
Fakta paling utama di balik rambut kusut saat Musim Hujan adalah tingginya tingkat kelembaban udara. Ketika udara lembab, air dari udara mudah diserap oleh batang rambut, terutama rambut yang kering atau rusak. Struktur rambut memiliki lapisan luar bernama kutikula. Pada kondisi normal, kutikula menutup rapat sehingga rambut tampak halus. Namun saat kelembaban meningkat, kutikula terbuka dan menyerap air berlebih. Akibatnya, rambut mengembang dan kehilangan bentuk alaminya. Fakta lainnya, rambut bergelombang dan keriting lebih rentan mengalami kusut di banding rambut lurus. Ini karena struktur alaminya sudah memiliki celah yang memungkinkan air masuk lebih mudah.
Rambut Kering Dan Rusak Lebih Mudah “Mengamuk”
Kondisi rambut juga berperan besar. Rambut yang sering terkena alat panas, pewarnaan, atau bahan kimia memiliki kutikula yang lebih rapuh. Saat cuaca hujan terus-terusan, rambut seperti ini ibarat spons yang menyerap air berlebihan. Kurangnya kelembaban alami (sebum) pada rambut membuatnya semakin sulit di kendalikan. Fakta yang sering terjadi, orang yang jarang menggunakan kondisioner. Ataupun karena perawatan rambut tambahan akan merasakan rambut lebih cepat kusut saat cuaca lembap. Tak hanya itu, air hujan yang tercemar polusi juga bisa memperparah kondisi rambut. Partikel kotoran menempel pada batang rambut. Dan membuatnya terasa kasar dan mudah saling bergesekan.
Kebiasaan Sehari-Hari Yang Memperburuk Kusut
Tanpa di sadari, kebiasaan harian kita justru memperparah masalah rambut singa di musim hujan. Menggosok rambut terlalu keras dengan handuk setelah keramas. Misalnya, bisa merusak kutikula dan membuat rambut semakin mengembang. Fakta lainnya, sering menyisir rambut saat masih basah juga meningkatkan risiko kusut dan patah. Rambut dalam kondisi basah lebih rapuh dan elastis, sehingga mudah rusak jika di tarik. Pemilihan produk rambut juga berpengaruh besar. Shampo dengan kandungan deterjen tinggi dapat menghilangkan minyak alami rambut. Maka yang membuatnya lebih rentan terhadap kelembaban udara. Inilah sebabnya rambut terasa “liar” meski baru saja ditata.
Cara Mengatasi Rambut Singa Saat Cuaca Tak Menentu
Kabar baiknya, rambut kusut saat Musim Hujan bisa di kendalikan dengan perawatan yang tepat. Menggunakan kondisioner setiap kali keramas membantu menutup kutikula rambut. Dan juga yang menjaga kelembabannya tetap seimbang. Fakta yang patut di coba, produk dengan kandungan argan oil, shea butter, atau keratin terbukti efektif mengurangi rambut mengembang. Selain itu, penggunaan leave-in conditioner. Ataupun dengan serum rambut sebelum beraktivitas dapat menjadi pelindung tambahan dari kelembaban udara.
Mengeringkan rambut dengan cara di tekan lembut menggunakan handuk microfiber juga membantu mencegah gesekan berlebih. Jika perlu menggunakan alat panas. Maka pastikan selalu memakai pelindung panas agar rambut tidak semakin rusak. Musim hujan, rambut singa datang bukanlah mitos, melainkan reaksi alami rambut terhadap kelembaban tinggi. Dan kondisi rambut yang kurang sehat. Dengan memahami penyebabnya, kita bisa mengambil langkah tepat untuk menjaga rambut tetap halus dan terkontrol meski hujan turun setiap hari.